Misstravelerefa

Misstravelerefa

May 29, 2013

Hidup di Tengah Lautan Flores Demi Komodo

Sunset di tengah lautan


Jika anda adalah traveler pecinta alam yang menyukai tantangan, anda wajib membaca tulisan saya ini hehehe.. 

Belum lama ini saya mencoba live on board atau perjalanan yang tinggal di dalam kapal selama 3 hari 2 malam dimulai dari Labuan Bajo, NTT.
Kapal phinisi yang saya gunakan disewa pribadi hanya untuk berenam bersama teman-teman saya dan 3 orang kru kapal. Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau hanya IDR 550.000/orang selama 3 hari 2 malam sudah termasuk makan 3 kali sehari, snack, air minum, masker untuk snorkeling. Kecuali tiket masuk objek wisata dan fin kami membayar sendiri.

Kamar dalam kapal

Hari Pertama
Pulau Kanawa – Pulau Kelor – Pulau Seture – Pulau Kalong

Pukul 08.00 wita perjalanan dimulai dengan mengunjungi pulau Kanawa, pulau kecil ini memang banyak menarik hati wisatawan untuk snorkeling/diving untuk melihat keindahan terumbu karang, coral, dan keragaman ikan hiasnya. Makanya tidak heran pulau ini sangat terkenal. FYI, di pulau ini juga terdapat 13 cottages untuk wisatawan tinggal loh. Tapi seruan tinggal di kapal aahh.. 

Selanjutnya pulau Kelor dan Seture sama bagusnya untuk snorkeling. Tapi hati-hati ya snorkeling di pulau Seture karena arusnya yang cukup kencang maka kami harus berjalan terlebih dahulu di pinggir pantai menjauhi kapal dengan membawa peralatan snorkeling baru terjun ke laut. Tidak perlu berenang, cukup bersantai sambil menikmati pemandangan dibawah laut karena dengan sendirinya arus laut akan membawa kami hingga sampai didekat kapal. Pada sore hari menjelang sunset, kapal berhenti ditengah lautan dekat dengan pulau Kalong. Disini travelers dapat melihat ribuan kalong yang keluar untuk mencari makan. Jangan lupa siapkan kamera karena pemandangan yang didapat bener-bener juara!  

So colorful sky
Keliatan kan itu kalong yang pada keluar
Hari Kedua
Pulau Rinca – Pulau Kambing – Pink Beach

            Setelah sarapan, pukul 08.00 wita kami menuju ke pulau Rinca (Loh Buaya) demi melihat komodo yang menjadi one of the 7 wonders of nature. Setelah membayar tiket masuk dan ranger fee, maka kami ditemani oleh 1 ranger yang bertugas menjadi guide dan kami mendapat pilihan mau pilih jalur pendek, sedang atau jalur panjang. Karena kami semua malas tracking jauh-jauh maka kami pilih jalur pendek saja hehe.. Ternyata tidak sia-sia perjalanan hampir 1 jam kami sempat melihat komodo dan berfoto bersama (walaupun tidak terlalu besar hanya sekitar 2 meter) dan setelah melewati bukit kami dapat melihat pemandangan teluk buaya dari atas dan semuanya hijaaauuuu kaya di tempat pembuatan film Lord of The Rings

Hijaaauuuuu
    
Loh = Teluk. Jadi ini Teluk Buaya
        Selanjutnya kami menuju pulau Kambing. Yah agak aneh namanya padahal gak ada kambing sama sekali. Tapi pulau Kambing tidak kalah bagus dengan pulau Kanawa. Dari jauh gradasi warna dari pantai dan lautnya sudah kelihatan putih, hijau muda, biru muda, biru tua. Keren! Karena pulau ini kecil, saya dan teman-teman sempat snorkeling keliling pulau.
      Nah yang paling saya tunggu-tunggu nih kami ke Pink Beach! Itu tuh pantai yang katanya warna pasirnya merah. Tapi ternyata dari jauh seperti pantai biasa. Pasirnya gak kelihatan warna merah atau pink sama sekali. Cuma putih! Uniknya kapal dilarang berlabuh dekat pantai, harus ditengah laut karena takut merusak terumbu karang yang ada. Jadi kita berenang deh menuju ke bibir pantai. Dari semua pulau yang saya kunjungi di Flores, Pink Beach emang JUARA nya! Terumbu karangnya masih bagus banget, ikannya juga macam-macam, coral nya bener-bener warna-warni dan jaraknya sangat dekat sama badan kita yang lagi snorkeling. Sampai di pantainya ternyata baru kelihatan pasirnya yang haluuuss itu ada merah-merahnya dan akan jadi pink kalo kena ombak. Wah saya jatuh cinta deh sama Pink Beach!  Pantesan jadi salah 1 spot diving terbaik di Indonesia.

Pulau Kambing

Hari Ketiga
Pulau Komodo – Manta Point – Pulau Bidadari – Labuan Bajo

            Hari terakhir kami tracking lagi ke Pulau Komodo (Loh Liang) salah 1 tempat national park world heritage site. Lagi-lagi kami mengambil jalur pendek. Disini pemandangannya tidak sebagus di Loh Buaya, tapi kami dapat melihat komodo yang ukurannya lebih besar sekitar 3 meter! Komodo tidak diberi makan, mereka mencari makanannya sendiri karena banyak terdapat hewan-hewan liar seperti kerbau, rusa, monyet, babi hutan, dll. Bagi perempuan yang sedang haid jangan pernah coba-coba masuk kedalam! Penciuman komodo sangat tajam. Komodo dapat mencium bau darah dari jarak jauh. Ternyata babi hutan yang lewat didepannya saja tidak kenapa-kenapa. Saya pikir bakal langsung dikejar dan dimakan, tapi kata ranger kalo babi hutannya berdarah dikit saja langsung deh dikejar sampai dapat! 


            Setelah puas melihat komodo, kami melanjutkan perjalanan menuju manta point. Manta itu ikan pari yang guedee banget itu loh. Biasanya manta bakal muncul pada pukul 12.00 siang ketika matahari lagi panas-panasnya. Kapten kapal akan berdiri diujung kapal untuk melihat keberadaan manta. Kalo ada, dia tinggal menunjuk sambil bilang “Itu disana mantanya!” Maka kami akan langsung nyebur ke laut “byuuuurrr!!” Waaahhh manta bener-bener gede! Awalnya agak takut sih snorkeling diatas manta katanya ekornya yang panjang itu tajam dan berbahaya kalo ketusuk bisa mati. Tapi, kata si kapten gapapa manta gak bakal sampai ke permukaan laut kok jadi yah tenang saja. Wah deg-degan dan seru banget melihat manta sungguhan 6 meter dibawah kita! Puas melihat manta, kami lanjut snorkeling di pulau Bidadari dan kembali ke Labuan Bajo. Selesai deh petualangan saya hidup di laut.

Untuk mengikuti tur live on board ini travelers dapat mencari travel agent di Labuan Bajo. Banyak travel agent yang menawarkan paket murah live on board. Ada juga yang menawarkan paket "daily cruises" bagi travelers yang tidak memiliki banyak waktu tapi ingin mencoba pengalaman melihat komodo dan snorkeling menggunakan kapal phinisi.

*Perkiraan Biaya
Sewa Kapal
       IDR 550.000,-/orang
Tiket masuk Loh Buaya & Loh Liang
       IDR 2500,-(domestik)

       IDR 20.000,- (wisman)
Ranger fee
       IDR 50.000/ranger
Sewa Fin
       IDR 45.000,-/orang (3hari)

* Harga pada bulan april 2013


Oh ya bagi travelers yang ingin liburan dan pusing mencari hotel yang sesuai dengan keinginan travelers, Rajakamar memberikan penawaran menarik seperti hotel murah, liburan gratis dan ada juga loh promo kamar hotel hanya Rp 88rb !



Yuuuk liat komodo, manta dan berenang ngeliat indahnya coral negeri sendiri!
Kalo bukan kita yang bangga sama INDONESIA, sapa lagi?  



Mau baca versi inggris? klik aja


MORE STORIES ABOUT FLORES

continue reading "Hidup di Tengah Lautan Flores Demi Komodo"

May 23, 2013

Kota Pelabuhan Ini Boleh Panas, Tapi Orangnya Hangat






“Here I come !!!” euforia gue memuncak ketika gue liat pemandangan dari jendela pesawat pas mau landing di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo. Gila! Keren banget! Pulau-pulau kecil yang ada di sekitar Labuan Bajo jelas banget keliatan indahnya. Ya, gue ke Labuan Bajo. Ada yang ga tau itu dimana? Ok gue kasi tau yaa.. (belagu. Padahal juga baru tau gara-gara dapet kesempatan penelitian dari kampus disana) 


Labuan Bajo itu kota di kabupaten Manggarai Barat, NTT. Yup! FLORES! Woohooo..
Kota kecil ini panaaasss banget! Saking panasnya bikin jerawat temen gue yang ada di muka jadi mateng kaya telor cicak! Iya beneran. Ok, lupakan.





Walaupun kota ini kecil, tapi pemandangan yang didapet MANTAB banget! Coba mana ada cafĂ©/bar di Jawa yang pemandangannya langsung laut + pulau-pulau kecilnya! Wow! Apalagi kalo sore bisa langsung liat sunset. 

View from Paradise Bar
Tapi yang paling penting kota ini ngangenin juga karena orang-orangnya. Jauh dari ekspektasi gue terhadap orang Flores dulu (muka sangar, nada suara agak tinggi dan menyeramkan makanya gak heran mereka suka kedapetan peran jadi preman atau debt collector di pilem-pilem).

Mereka itu baiikkk banget dan rasa solidaritasnya tinggi. Untungnya gue sama temen-temen gue disana kenal sama… Ok, kita sebut saja dia Om ‘W'. Jangan 'Bunga' karna udah pasaran. Om ‘W’ ini adalah orang yang cukup berpengaruh di Labuan Bajo karna dia tuh menantunya bupati. Kalo ditilang tinggal bilang “Oh kita kenalannya Om ‘W’” si pak polisi langsung bebasin kita dan malah minta maaf. Kalo diajak keluar makan, pasti kita ditraktir langsung deh pesen yang mahal-mahal dengan alibi perbaikan gizi. Waktu gue nyusul datang sendirian ke Bajo, gue dijemput naik mobil sama beliau bahkan tas gue dibawain. Makasih ya om... Pasti kalian pada mau minta dikenalin kan?  

Orang-orang Labuan Bajo juga hobi banget ngopi. Pagi ngopi. Siang bolong juga ngopi. Malem juga ngopi. Pantesan oleh-oleh yang bisa dibawa dari Labuan Bajo cuma kopi Manggarai Barat aja. Selain kopi, mereka juga hobi minum sofi. Sofi itu araknya Flores. Gue sempet cobain (tepatnya dipaksa sih) baru seteguk aja wiiihhhh panas banget di tenggorokan!  

Ngeliat elang mondar-mandir itu udah biasa. .
Transportasi umum yang ada di kota ini hanyalah ojek. Tarifnya pun murah banget. Sekitar Rp 3000-Rp 5000 aja. Lucunya nih, siapapun bisa jadi ojek. Biasanya kan kalo ojek di kota besar seperti Jakarta kan ada pangkalan ojeknya dan ketahuan dia tuh ojek. Entah karna pake rompi berwarna ngejreng yang norak kaya orange, hijau stabilo atau tampang lusuh nan dekil nongkrong diatas motor. Nah di Bajo, gak ketahuan mana yang ojek atau bukan. Penampilan semua sama santai pake kaos. Jadi yah kalo manggil ojek, langsung cegat aja kalo ada orang lewat dan emang semuanya langsung berhenti dan ngangguk aja suruh anterin! Makanya di Bajo ga ada pengangguran yah  

Soal tempat tinggal jangan khawatir.. Buat kalian para backpacker, banyak kok penginapan murah sekitar Rp 150 ribuan/malamnya.Yaah mungkin agak susah dicari kalo browsing jadi langsung cari on the spot aja.

Tungguin yah cerita berikutnya tentang gue yang snorkeling di pulau-pulau kecil disana, Goa Batu Cermin, dan lain-lain..


One of the best sunset photo

Yuuukk explore negeri sendiri! Penduduk lokalnya juga ramah apalagi yang ditakutin? Cuusss....! 





Mau tanya-tanya soal Labuan Bajo? Comment aja :)
continue reading "Kota Pelabuhan Ini Boleh Panas, Tapi Orangnya Hangat"