| Sunset di tengah lautan |
Jika anda adalah traveler pecinta alam yang menyukai
tantangan, anda wajib membaca tulisan saya ini hehehe..
Belum lama ini saya
mencoba live on board atau perjalanan yang tinggal di dalam kapal selama 3 hari
2 malam dimulai dari Labuan Bajo, NTT.
Kapal phinisi yang saya gunakan disewa pribadi hanya untuk
berenam bersama teman-teman saya dan 3 orang kru kapal. Harga yang ditawarkan
juga sangat terjangkau hanya IDR 550.000/orang selama 3 hari 2 malam sudah
termasuk makan 3 kali sehari, snack, air minum, masker untuk snorkeling. Kecuali
tiket masuk objek wisata dan fin kami membayar sendiri.
| Kamar dalam kapal |
Hari Pertama
Pulau Kanawa – Pulau Kelor – Pulau Seture – Pulau Kalong
Pukul 08.00 wita perjalanan dimulai
dengan mengunjungi pulau Kanawa, pulau kecil ini memang banyak menarik hati
wisatawan untuk snorkeling/diving untuk melihat keindahan terumbu karang,
coral, dan keragaman ikan hiasnya. Makanya tidak heran pulau ini sangat
terkenal. FYI, di pulau ini juga terdapat 13 cottages untuk wisatawan tinggal
loh. Tapi seruan tinggal di kapal aahh..
Selanjutnya pulau Kelor dan Seture
sama bagusnya untuk snorkeling. Tapi hati-hati ya snorkeling di pulau Seture karena arusnya yang cukup kencang maka kami harus berjalan terlebih dahulu di
pinggir pantai menjauhi kapal dengan membawa peralatan snorkeling baru terjun
ke laut. Tidak perlu berenang, cukup bersantai sambil menikmati pemandangan
dibawah laut karena dengan sendirinya arus laut akan membawa kami hingga sampai
didekat kapal. Pada sore hari menjelang sunset, kapal berhenti ditengah lautan
dekat dengan pulau Kalong. Disini travelers dapat melihat ribuan kalong yang
keluar untuk mencari makan. Jangan lupa siapkan kamera karena pemandangan yang
didapat bener-bener juara!
| So colorful sky |
| Keliatan kan itu kalong yang pada keluar |
Hari Kedua
Pulau Rinca – Pulau Kambing – Pink Beach
Setelah
sarapan, pukul 08.00 wita kami menuju ke pulau Rinca (Loh Buaya) demi melihat
komodo yang menjadi one of the 7 wonders of nature. Setelah membayar tiket
masuk dan ranger fee, maka kami ditemani oleh 1 ranger yang bertugas menjadi
guide dan kami mendapat pilihan mau pilih jalur pendek, sedang atau jalur
panjang. Karena kami semua malas tracking jauh-jauh maka kami pilih jalur
pendek saja hehe.. Ternyata tidak sia-sia perjalanan hampir 1 jam kami sempat
melihat komodo dan berfoto bersama (walaupun tidak terlalu besar hanya sekitar
2 meter) dan setelah melewati bukit kami dapat melihat pemandangan teluk buaya dari
atas dan semuanya hijaaauuuu kaya di tempat pembuatan film Lord of The Rings.
| Hijaaauuuuu |
| Loh = Teluk. Jadi ini Teluk Buaya |
Selanjutnya
kami menuju pulau Kambing. Yah agak aneh namanya padahal gak ada kambing sama
sekali. Tapi pulau Kambing tidak kalah bagus dengan pulau Kanawa. Dari jauh
gradasi warna dari pantai dan lautnya sudah kelihatan putih, hijau muda, biru
muda, biru tua. Keren! Karena pulau ini kecil, saya dan teman-teman sempat snorkeling keliling pulau.
Nah yang paling saya tunggu-tunggu nih kami ke Pink Beach! Itu tuh pantai yang katanya warna pasirnya merah. Tapi ternyata dari jauh seperti pantai biasa. Pasirnya gak kelihatan warna merah atau pink sama sekali. Cuma putih! Uniknya kapal dilarang berlabuh dekat pantai, harus ditengah laut karena takut merusak terumbu karang yang ada. Jadi kita berenang deh menuju ke bibir pantai. Dari semua pulau yang saya kunjungi di Flores, Pink Beach emang JUARA nya! Terumbu karangnya masih bagus banget, ikannya juga macam-macam, coral nya bener-bener warna-warni dan jaraknya sangat dekat sama badan kita yang lagi snorkeling. Sampai di pantainya ternyata baru kelihatan pasirnya yang haluuuss itu ada merah-merahnya dan akan jadi pink kalo kena ombak. Wah saya jatuh cinta deh sama Pink Beach!
Pantesan jadi salah 1 spot diving terbaik di
Indonesia.
Nah yang paling saya tunggu-tunggu nih kami ke Pink Beach! Itu tuh pantai yang katanya warna pasirnya merah. Tapi ternyata dari jauh seperti pantai biasa. Pasirnya gak kelihatan warna merah atau pink sama sekali. Cuma putih! Uniknya kapal dilarang berlabuh dekat pantai, harus ditengah laut karena takut merusak terumbu karang yang ada. Jadi kita berenang deh menuju ke bibir pantai. Dari semua pulau yang saya kunjungi di Flores, Pink Beach emang JUARA nya! Terumbu karangnya masih bagus banget, ikannya juga macam-macam, coral nya bener-bener warna-warni dan jaraknya sangat dekat sama badan kita yang lagi snorkeling. Sampai di pantainya ternyata baru kelihatan pasirnya yang haluuuss itu ada merah-merahnya dan akan jadi pink kalo kena ombak. Wah saya jatuh cinta deh sama Pink Beach!
Pantesan jadi salah 1 spot diving terbaik di
Indonesia.| Pulau Kambing |
Hari Ketiga
Pulau Komodo – Manta Point – Pulau Bidadari – Labuan Bajo
Hari
terakhir kami tracking lagi ke Pulau Komodo (Loh Liang) salah 1 tempat national
park world heritage site. Lagi-lagi kami mengambil jalur pendek. Disini
pemandangannya tidak sebagus di Loh Buaya, tapi kami dapat melihat komodo yang
ukurannya lebih besar sekitar 3 meter! Komodo tidak diberi makan, mereka
mencari makanannya sendiri karena banyak terdapat hewan-hewan liar seperti
kerbau, rusa, monyet, babi hutan, dll. Bagi perempuan yang sedang haid jangan
pernah coba-coba masuk kedalam! Penciuman komodo sangat tajam. Komodo dapat
mencium bau darah dari jarak jauh. Ternyata babi hutan yang lewat didepannya
saja tidak kenapa-kenapa. Saya pikir bakal langsung dikejar dan dimakan, tapi
kata ranger kalo babi hutannya berdarah dikit saja langsung deh dikejar sampai
dapat!
Setelah
puas melihat komodo, kami melanjutkan perjalanan menuju manta point. Manta itu
ikan pari yang guedee banget itu loh. Biasanya manta bakal muncul pada pukul
12.00 siang ketika matahari lagi panas-panasnya. Kapten kapal akan berdiri
diujung kapal untuk melihat keberadaan manta. Kalo ada, dia tinggal menunjuk
sambil bilang “Itu disana mantanya!” Maka kami akan langsung nyebur
ke laut “byuuuurrr!!” Waaahhh manta bener-bener gede! Awalnya agak takut sih
snorkeling diatas manta katanya ekornya yang panjang itu tajam dan berbahaya
kalo ketusuk bisa mati. Tapi, kata si kapten gapapa manta gak bakal sampai ke
permukaan laut kok jadi yah tenang saja. Wah deg-degan dan seru banget melihat
manta sungguhan 6 meter dibawah kita! Puas melihat manta, kami lanjut
snorkeling di pulau Bidadari dan kembali ke Labuan Bajo. Selesai deh
petualangan saya hidup di laut.
*Perkiraan Biaya
Sewa Kapal
|
IDR 550.000,-/orang
|
Tiket masuk Loh Buaya & Loh Liang
|
IDR 2500,-(domestik)
|
IDR 20.000,- (wisman)
|
|
Ranger fee
|
IDR 50.000/ranger
|
Sewa Fin
|
IDR 45.000,-/orang (3hari)
|
Oh ya bagi travelers yang ingin liburan dan pusing mencari hotel yang sesuai dengan keinginan travelers, Rajakamar memberikan penawaran menarik seperti hotel murah, liburan gratis dan ada juga loh promo kamar hotel hanya Rp 88rb !
Yuk dilihat link nya >>>
Untuk promo hotel Rp 88rb nih bisa dilihat >>>
http://content.rajakamar.com/segera-promo-88rbu-season-2-di-newsletter-rajakamar/
http://content.rajakamar.com/segera-promo-88rbu-season-2-di-newsletter-rajakamar/
Yuuuk liat komodo, manta dan berenang ngeliat indahnya coral negeri sendiri!
Kalo bukan kita yang bangga sama INDONESIA, sapa lagi?
Mau baca versi inggris? klik aja
MORE STORIES ABOUT FLORES
Mau baca versi inggris? klik aja
MORE STORIES ABOUT FLORES