Misstravelerefa

Misstravelerefa

November 08, 2013

Mangrove Forest in Bali


Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata "hutan mangrove"? Hutan yang berfungsi untuk menjaga kelestarian alam? Tempat yang membosankan untuk dikunjungi?
Awalnya saya juga tidak terlalu tahu dan tertarik untuk datang ke hutan mangrove, namun karena tidak ada kerjaan pas weekend, jadilah saya sama teman-teman datang kesini.

What do you think when you hear word "mangrove forest"? Forest that serves to sustain the environment? Such a boring place to visit?
At first, I did not know really know nor interested to come to mangrove forest, but because there was nothing to do on weekend, me and my friends went there.

Tempatnya dekat dengan jalan tol diatas laut yang baru dibangun di Bali dan harganya juga sangat murah hanya Rp 5000/orang.

The location is near to the highway above the sea that is newly constructed in Bali and the entry price is also very cheap only IDR 5000/person.

Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh diatas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Hutan mangrove ini sangat penting karena memiliki manfaat untuk melindungi garis pantai dari abrasi/pengikisan, serta meredam gelombang besar termasuk tsunami. Sumber: Wikipedia

Mangrove forest is a forest that grows on brackish water marshes located on the shoreline and is influenced by the tide of the sea level. The mangrove forest is very important because it has the benefit of protecting the coastline from abrasion/erosion, and reduce the huge waves, including tsunami. Source: Wikipedia


Roots?
Ternyata tempatnya oke juga bahkan banyak orang-orang terutama anak muda buat foto-foto. Dan tau gak siihh... Tempat ini fotogenik juga loh! Kirain orang aja yang fotogenik.. Pantesan suka dijadiin tempat prewedding.

This place is good enough and many people especially teenager come to take pictures. And do you know? This place also photogenic! I think only people can photogenic.. That's why this place can be a location for prewedding photoshoot.



Yuk kita jaga lingkungan kita!

Let's take care of our environment! 

continue reading "Mangrove Forest in Bali"

November 07, 2013

Rafting in Telaga Waja River


Oktober kemarin, saya dan teman saya mencoba rafting di sungai Telaga Waja, Karangasem, Bali. Ini adalah pengalaman pertama saya untuk rafting. So excited!!
Setelah mencari harga promo di internet, akhirnya saya mendapatkan paket rafting di sungai Telaga Waja diskon 30% sudah termasuk antar-jemput, welcome drink, makan siang dan semua peralatan rafting.

Last October, my friend and I tried to do rafting in Telaga Waja river, Karangasem, Bali. It was my first time experience to go rafting. So excited!!
After looking for discount price on internet, finally I got rafting package in Telaga Waja river with 30% discount that already includes shuttle, welcome drink, lunch and all rafting equipments.

Kenapa saya memilih Telaga Waja dan bukan sungai Ayung untuk pemula?
Karena sungai Telaga Waja memiliki track yang cukup panjang sekitar 12 km yang dapat ditempuh selama 2 jam, arus yang cukup kencang dan pastinya lebih memacu adrenalin! Woohoo!! 

Why I chose Telaga Waja than Ayung river for beginners?
Because Telaga Waja river has a fairly long track about 12 miles that can be taken for 2 hours, which is pretty strong currents and certainly more adrenalin! Woohoo!! 


Dalam 1 perahu bisa menampung 4 orang dan ditemani 1 pemandu. Saya bersama 2 orang Singapore. Sebenarnya kebanyakan orang luar sih daripada orang lokal. Kenapa ya? Apa orang Indonesia kurang suka wisata arung jeram? Harganya mahal? Enggak ah.. Ga tau deh..

One rafting boat can accommodate 4 people and a guide. I was with 2 Singaporean. Actually there are more foreigners than local people. Do you know why? Does Indonesian dislike rafting? Is it because it's expensive? No, I don't think so. I don't know why..

Sangat penting mendengar instruksi dari pemandu. Jika disuruh dayung maju, maka dayung maju. Dayung mundur, maka dayung mundur. Lompat-lompat karena perahu tersangkut di bebatuan, maka lompat-lompat. Tiduran! Maka harus tiduran. Biasanya disuruh tiduran karena ada dahan pohon yang cukup pendek dan bisa mengenai kepala kita! Wisata arung jeram ini memang cukup berbahaya makanya harus berhati-hati.

It's important to listen to the instructions of the guide. If he tells to paddle forward, then paddle forward. Paddle backwards, then paddle backwards. Jump up and down because the rafting boat is stuck on the rocks, then jump. Lie down! Then we must lie down. Usually a guide tells us to lie down because there is a short tree branches that could hit our heads! Rafting is quite dangerous so we have to be careful.

Setelah 1 jam perjalanan, kita bisa berhenti untuk beristirahat sebentar dan membeli minuman atau berfoto-foto.

After an hour trip, we can stop to rest for a while and buy a drinks or take pictures.

My tripmate
Hal yang sangat saya sayangkan adalah saya belum memiliki kamera waterproof/underwater! Jadi tidak bisa foto indahnya alam selama perjalanan deh karena takut kamera rusak :(

One thing that I regret is that I do not have a waterproof camera/underwater camera! So I couldn't take photos of the beautiful nature during the trip because I was afraid that the  camera will be broken 


Setelah 2 jam perjalanan, dengan jari lecet terlalu kencang pegangan tali perahu, saya paling suka bagian akhirnya! Lihat saja video dibawah ini ya..

After 2 hours of rafting, with torn fingers because I was holding onto the raft ropes so tight, I loved the ending! Take a look at the video below.


Ada hal yang membuat saya sedikit menyesal rafting disini, naik tangga nya tinggi-tinggi dan jauuuhh! Ya ampun efek kurang olahraga jadi capek banget! Tadinya sok-sokan naik tangga jadi yang paling didepan, pas udah setengah jalan dan ngos-ngosan langsung deh minggir kasi orang lain jalan! Hahaha...





There is one thing that made me regret rafting there, the steps are so high and so far! Oh my, the result of lack of sports made me so tired! At the beginning I was very confident to go on the steps ahead of the others, when we were half way up, I had to let others go ahead of me! Hahaha...


Saya sangat salut sama ibu-ibu Bali yang bekerja ngangkut perahu dan alat-alatnya! Mereka jalan perlahan menaiki anak tangga dengan dibantu pakai tongkat. Hebat! :')

I am so impressed with Balinese women who works to carry the raft and the equipments! They climbed up the steps slowly helped by a stick. Great! 

left: Stairs of death :p
Right: Great Balinese woman
MORE STORIES ABOUT BALI
continue reading "Rafting in Telaga Waja River"